INFORMASI BISNIS ONLINE,HUMOR,DAN MINUMAN TRADISIONAL

BELAJAR BISNIS ONLINE

Kapan-kapan data ini akan kami lengkapi tapi nggak janji

Untuk info lengkap silahkan hubungi:http://www.bisnis.online.info




Kecelakaan akibat kebodohan

Beberapa kecelakaan yang terjadi dijalan biasanya terjadi akibat kelalaian manusia atau faktor teknis seperti tidak berfungsinya sistem pengereman, ban kendaraan pecah atau hal teknis lainnya. Namun kali ini foto kecelakaan yang akan Anda lihat disini sepertinya terlalu lalu untuk dibilang sebagai kelalaian. Tampaknya sedikit pantas untuk kita sebut sebagai akibat kebodohan

Bagaimana tidak disebut sebuah kebodohan, sebuah dump truk sampai lupa menurunkan kembali bak dump nya saat melaju dijalan raya. Biasanya foto kecelakaan dijalan membuat kita sedih tapi kali ini foto kecelakaan ini malah membuat kita tersenyum πŸ™‚

Ya ampun Bang kenapa jadi begini hahahhaha…… πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

hati-hati bang kok bisa jadi begini ya mobil besarnya aneh bukan,,aneh tapi nyata makanya jangan bodoh jadi orang,,,hahahhahaha

πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Adalah suatu kejadian yang tidak pantas untuk dilakukan sebenarnya oleh sebab itu sebelum melakukan sesuatu pekerjaan harus dipertimbangkan terlebih dahulu dan harus dipikir matang-matang supaya tidak terjadi kecelakaan yang seperti ini ahhhh sungguh memalukan tapi lucu juga ya,,,yeahhhhhh πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Nyangkut

diatas pas atret Dom adalah salah satu kejadian yang tidak dikira-kira gambarnya begini ya,,lucu memang tapi bagi orang yang bekerja melakukannya itu berbahaya πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚



Nyangkut hahahaha πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚


GKI Residen Sudirman Surabaya

Website
GKI Resssud


GKI Residen Sudirman Surabaya



Minuman tradisional

TUAK




pohon Enau penghasil Tuak

Mampir senyum

minum tuak 15 gelas
Seorang bule yang sedang jalan-jalan ke Medan mendengar soal tuaknya orang Batak dan betapa kerasnya minuman itu. Iseng-iseng dia masuk ke sebuah kedai tuak dan menantang pengunjungnya.

“Siapa yang bisa minum 15 gelas tuak sekaligus, saya kasih uang 500 dollar”, katanya sambil meletakkan uang yang dimaksud.

Semua pengunjung terdiam, tak ada yang berani melayani tantangan itu. Bahkan si Tigor yang sedang duduk di sana melangkah keluar.

30 menit kemudian Tigor terlihat kembali ke kedai itu, mendekati si bule dan bertanya, “Hei Mister! Apa tantanganmu tadi masih berlaku?”

“Masih!” jawab Bule itu.

“Ok, aku terima tantangan kau Mister,” jawab Tigor.

Segeralah dideretkan 15 gelas tuak di meja. Si Tigor langsung menenggak satu demi satu gelas tuak itu tanpa henti, dan segera saja seluruh gelas kosong.

Si bule hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya. 15 gelas tuak habis di minum semua oleh Tigor. Diserahkannya 500 dollar itu ke tangan Tigor sambil bertanya, “Boleh saya tanya tadi waktu anda keluar, anda pergi ke mana?”

“Ooo..itu”, jawab Tigor.

“Aku kan tidak tolol Mister. Sebelum menerima tantangan Mister, aku pergi ke Kedai tuak sebelah, di sana aku cobak dulu apa aku bisa…”

Konon Menteri Kesehatan FL Tobing yang juga pernah Menteri Penerangan berkata, minum tuak itu bisa menyehatkan tubuh. Pada saat yang sama Gubernur Sumut EWP Tambunan membatasi peredaran tuak. Alhasil?

Setelah 30 tahun, kini tuak tetap dikonsumsi secara luas. Inilah sebuah tulisan tentang tuak yang dikutip Batak News dari majalah Tempo edisi 8 Desember 1979.

Tuak adalah minuman penting di kawasan Tapanuli, Sumatera Utara. Diminum waktu santai, pesta kelahiran anak, perkawinan, kematian, musyawarah, dan juga sebagai obat.

Tiada hari tanpa tuak, begitu kata orang Batak di kampung halamannya di Tapanuli. Dan pemandangan di warung-warung tuak pun tetap bertahan: beberapa orang setengah mabuk memetik gitar, menyanyi, dan sebagian lagi larut berlisoi-lisoi atau menari tor-tor.

Bahkan di samping sarana bersantai, kedudukan tuak begitu penting: berhimpit dengan adat istiadat. β€œSelama adat Batak masih tegak,” kata Lumbantobing, pemilik warung tuak di Jembatan Senggol, Sibolga Julu, β€œselama itulah peranan tuak terus terjamin.”

Coba saja. Tak ada sebuah pesta adat pun, pesta kelahiran, perkawinan sampai kematian, dilewatkan tanpa berbotol-botol tuak. Musyawarah akan macet jalannya tanpa tuak. Sebelum musyawarah dibuka, ketua rapat akan nyeletuk lebih dulu, β€œMana tuak takkasan, mana tuak yang membuat lancar omongan?”

Tuak adalah kehormatan. Mengunjungi mertua bagi menantu terhormat adalah mempersembahkan sebotol tuak. Hadiah bagi bayi yang baru lahir pun selalu disertai ucapan, β€œIni nak, sekadar pembeli tuak na tonggi, tuak manis.”

Konon tuak pula yang membuat tubuh orang Batak di kampung halamannya rata-rata sehat dan berumur panjang. Ompung Bokor (85), misalnya, sampai hari ini tetap sehat walafiat, napasnya masih panjang, dan giginya pun terhitung utuh. Hingga kini hari-hari Ompung Bokor jadi menggelisahkan tanpa sebotol tuak.

Obat mujarab resep kuno adalah juga tuak. Air sadapan getah enau itu diyakini menjadi penangkal segala macam penyakit. Jantung akan tetap teratur berdenyut, penyakit malaria, apalagi cuma sekadar masuk angin, akan menjauh dari tubuh si pecandu. Air susu yang tumpat pun akan lancar bila si ibu secara teratur minum tuak sehabis bersalin.

Itu semua cerita Lumbantobing, Sarumpaet, atau pemilik warung tuak lain yang tersebar merata di setiap pojok Tanah Batak. Itu bukan kampanye minum tuak. Sebab menurut Marali Sarumpaet, pemilik warung tuak di Poriaha, Tapanuli Tengah, pahlawan nasional Ferdinand Lumbantobing β€” bekas Menteri Penerangan RI yang biasa disebut FL Tobing β€” pernah bilang: minum tuak secara teratur sesungguhnya mendatangkan kesehatan. Asal jangan ditenggak dalam kondisi perut yang kosong atau sampai tenggen alias mabuk. FL Tobing adalah dokter yang pernah juga menjabat Kepala Rumahsakit Umum di Sibolga.

Tapi belakangan ini tuak Batak mendapat ancaman. Tak kurang dari Gubernur Sumatera Utara sendiri, EWP Tambunan, melancarkan anti-jual dan minum tuak sembarangan. Sebab angka-angka pelanggaran, kejahatan, dan keributan bersumber dari warung tuak, dari para pemabuk.

Di Kotamadya Sibolga lebih terlihat usaha penertiban. Polisi bersama petugas Dinas Kesehatan turun ke lapangan mengadakan pembersihan ke berbagai warung yang tak berizin menjual tuak. Berhasil disita lebih 6 ribu botol dari sekitar 40 warung. Pemilik warung akan diseret ke pengadilan dengan tuduhan melanggar peraturan daerah tentang izin menjual minuman keras.

Gebrakan pemerintah daerah disambut hangat kalangan yang tidak menyukai kegiatan tuak dan mabuk-mabuk secara sembarangan. β€œKami sih tidak antipati dengan minuman keras, kalau hal itu lazim dinikmati saudara yang beragama Kristen,” ujar Hajjah Hasni Marbun, pimpinan salah sebuah organisasi wanita Islam di sana. Tapi yang benar saja, katanya warung-warung tuak kadang berdiri di tempat-tempat yang tak layak. Misalnya, di muka mushalla atau sekolah. Dan lagi, ceritanya, sang hajjah ini pernah dikejar-kejar seorang pemabuk di tengah kota. Untuk menyelamatkan diri, dia terpaksa lari dan bersembunyi dalam sebuah [justru] warung tuak.

Namun begitu, pemilik warung tuak tetap optimis. Laki-laki Batak juga masih rajin memanjat pohon enau yang di sana disebut bagot. Di atas pohon, si penyadap bergendang memukul-mukul pelepah mayang enau sambil mendendangkan pantun lama. Walaupun di bawah, tuaknya diancam razia atau β€œditembak” pemabuk yang sering menunggak utang.

Iklan

2 Tanggapan

  1. bog anda telah di daftar dalam agregator komunitas JANAH, silakan saling berkomentar sesama blogger agar saling memperkuat link

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: