BERITA TERBARU PAGI

Teknisi Jawara ITGP Yamaha 2010


Pemenang Yamaha ITGP 2010

Indonesian Technician Grand Prix (ITGP) ke 11 yang diselenggarakan di Denpasar dari 12-13, akhrinya dimenangkan Disep Priyadi Jaenudin (22 tahun), dari Yamaha Flagshipshop (FSS) Jakarta. Pria lulusan SMK Majelis Juan Pendidikan Swadya 2, Tasikmalaya (angkatan 2007) ini hanya berkomentar,”Saya berharap bisa memotivasi rekan lain dengan kemenangan ini. Mereka juga bisa menunjukkan kemampuan maksimalnya.” ujar.

Untuk itu, Disep akan mewakili Yamaha Indonesia di ajang kontes teknisi sedunia (Yamaha World Technician Grand Prix) di Jepang 2012 mendatang. Posisi kedua, direbut Imanuel Silalahi dari PT Leo Utama Motor, Pekanbaru dan ketiga, I Ketut Agus Wiguna dari bengkel Agung Padma Bali.

Enggar Bayu dari 99 Motor Surabaya dinobatkan sebagai teknisi dengan predikat penerimaan pelanggan terbaik. Sedangkan Uun Ranjani, dari bengkel FSS Jakarta, terbaik teori. Praktek terbaik disabet mekanik tuan rumah, Bali, Komang Artana dari bengkel Waja Motor Bali.

Sutarya, Kepala FSS Jakarta mengaku bangga akan prestasi anak buahnya. “Virus kompetisi antar mekanik terus ditingkatkan agar ketrampilan mereka makin baik,” harap utarya.

Pemenang ITGP 2010:
Juara 1: Disep PJ dari bengkel FSS Jakarta
Juara 2: Imanuel Silalahi berasal dari PT Leo Utama Motor Pekanbaru
Juara 3: I Ketut Agus Wiguna dari bengkel Agung Padma Bali

Penerimaan Pelanggan Terbaik: Enggar Bayu dari 99 Motor Surabaya
Teori Terbaik: Uun Ranjani, juga dari bengkel FSS Jakarta
Praktek Terbaik: Komang Artana dari bengkel Waja Motor Bali

Penulis: AGK
Editor: Zulkifli BJ

Bekerja Sambil Beribadah


Liputan6.com, Jeddah: Banyak jalan menuju Tanah Suci. Menjadi petugas haji ternyata bisa membawa seseorang wukuf di Arafah, Arab Saudi. Meski sambil bekerja, otomatis terdaftar resmi sebagai calon haji juga. Setidaknya ini dirasakan Rizal.

Sejak awal musim haji, ia sudah terlibat kesibukan di terminal kedatangan haji di Jeddah, Arab Saudi. Fokusnya memilah data administratif calon haji hingga mengatasi masalah di lapangan.

Kemampuan berbahasa Arab serta paham kebiasaan di Arab Saudi membawa Rizal berperan penting sebagai petugas haji. Kemampuan ini didapatkannya saat menamatkan kuliah di Arab. “Sudah bisa melaksanakan umroh sekaligus haji bagi saya suatu anugerah atau mukjizat dari Allah,” kata Rijal, Ahad (14/11).

Selepas kloter terakhir tiba 11 November silam, kini rijal punya waktu senggang mempersiapkan diri berhaji. Meski terdaftar resmi dan di atas kertas pasti lolos ke Arafah, Rijal tak mau sesumbar. Ia serahkan semuanya pada yang Kuasa.(BOG)

Iklan

2 Tanggapan

  1. Bagi petugas hajji agar mementingkan pelayanan pada peserta hajji, jangan terlalu memforsir untuk hal yang lain.

  2. Tunjukkan Semangat Bangsa Indonesia??? Berjuang teruzz Ayo bangkit Pantang Mundur”
    hohohohoho 😀 “trims, kunjungi my blogs yach diwaktu luang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: