Sektor Pertanian Mulai Rasakan Dampak Perubahan Iklim

 

 

 

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertanian mengungkapkan saat ini sektor pertanian sudah mulai merasakan dampak perubahan iklim yang terjadi di tanah air.

Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Jumat menyatakan, dampak perubahan iklim sudah terjadi di tingkat lokal, regional dan global, Indonesia yang berlokasi di antara dua benua dan dua samudera sangat rentan terhadap perubahan iklim.


Meski dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian belum dikaji secara luas namun sudah mulai terasa saat ini,” katanya saat membuka Expo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) 2010.

Suswono menyatakan, fenomena yang dirasakan akibat dampak perubahan iklim pada sektor pertanian diantaranya naiknya tingkat serangan hama pada tanaman perkebunan, tanaman pangan maupun hortikultura.

Selain itu mundurnya waktu panen dan kurang berhasilnya komoditas yang seharusnya panen pada musim kering.

Sebagai upaya untuk mengatasi dampak perubahan iklim tersebut saat ini sedang dilakukan pengkajian dalam suatu penelitian konsorsium terhadap konsep strategi antisipasi, mitigasi dan penanggulangan atau teknologi adaptasi.

Siswono menyatakan, ke depan Kementerian Pertanian akan lebih fokus pada riset dan pengembangan terutama dalam upaya menanggulangi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian.

“Untuk itu kami akan mengalokasikan anggaran riset dan pengembangan pada 2011 sebanyak lebih dari satu triliun rupiah,” katanya.

Pada kesempatan itu Mentan mengungkapkan saat ini Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah menghasilkan varietas benih padi yang tahan terhadap kekeringan yakni Inpago, tahan genangan air yakni Inpara dan tahan serangan hama wereng yakni Inpari 13.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian Perkebunan Badan Penelitian dan Pengembangan Syahril menyatakan, salah satu dampak perubahan iklim pada sektor perkebunan terasakan pada turunnya rendemen tebu.

“Oleh karena itu ke depan kita akan menghasilkan bibit tebu dengan rendemen tinggi,” katanya.

Mengenai kegiatan Expo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) 2010, yang digelar dari 12-14 November 2010 itu dimaksudkan untuk memperkenalkan teknologi perkebunan yang dihasilkan Badan Litbang maupun institusi penghasil teknologi lainnya.

Selain itu untuk meningkatkan daya saing komoditas perkebunan melalui penerapan hasil penelitian dan menjaring umpan balik dari masyarakat pengguna teknologi perkebunan.

 

 


 


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: