GAGAL MESTI BANGKIT LAGI

Didalam menjani hidup ini siapakah yang tidak pernah mengalami kegagalan?? tak satu pun mungkin yang tidak pernah mengalami suatu  kegagalan, baik itu kegagalan dalam karir,usaha,bisnis,sekolah,kuliah,menjalin hubungan percintaan dan kegagalan2 lainnya. Ada banyak orang yang gagal didalam dunia ini dan berputus asa oleh berbagai macam masalah yang mereka hadapi.Oleh karena berbagai macam masalah yang akan kita hadapi didalam dunia ini tak ada kata lain selain kata “sabar dan tabah” dalam menghadapinya.

Tidak sedikit orang yang gagal lalu stress karena tidak sanggup menerima kenyataan hidupnya.Jadi,dapat saya katakan adalah orang gagal dan stess itu karena tidak sanggup menerima kenyataan yang akan terjadi pada dirinya.Salah satu contoh saja kemaren pada saat pemilihan calon anggota legislatif ada banyak orang yang stess karena tidak terpilih sebagai calon yang mewakili daerahnya untuk menjadi wakil rakyat dan menduduki kursi sebagai anggota dewan wakil rakyat.

Bahkan tidak jarang pula oleh karena kegagalan yang dialami orang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Perbuatan seperti ini tak pantas dilakukan oleh kita karena perbuatan seperti ini sangat dilarang oleh agama.Seharusnya kita memiliki suatu prinsif “Satu kali gagal 2 kali bangkit” artinya kita mesti bangkit dari kegagalan kita.

Kita masih memiliki suatu pengharapan selama kita masih hidup didalam dunia ini dan tidak ada kata istilah terlambat untuk kita dapat berubah dan bangkit dari kegagalan. Saya secara pribadi sering mengalami kegagalan ada banyak macam kegagalan yang terjadi dan sudah saya alami didalam hidup ini tapi tahukan anda siapakah yang memotifasi saya sehingga saya tidak berputus asa?? yang memotifasi saya adalah God (Tuhan) coba anda bayangkan aja di tengah2 kegagalan siapakah harapan hidup anda??? jawabannya :Hanya Tuhan iya memang hanya Tuhan saja yang dapat anda andalkan dan disaat anda berharap dan memandang kepada Tuhan ada tidak akan putus asa.

Ada peribahasa mengatakan “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda” ini berarti adalah kegagalan kita saat ini bukanlah akhir melainkan awal dari kita untuk mencapai suatu kesuksesan.Berarti masih ada harapan. Kita tidak akan kehilangan pengharapan ketika kita dekat kepada God (TUHAN) karena hanya dialah sumber pengharapan kita dan ingat selama kita berada didalam Dia kita akan selalu berada didalam pengharapan dan pengharapan di dalam Tuhan tidak akan pernah mengecewakan.

Postingan blog ini juga memotifasi saya sebagai penulis blog ini supaya saya semakin lebih mendekat kepada Dia (Tuhan) dan meskipun ada kegagalan-kegagalan saya akan terus berharap kepada Tuhan karena saya yakin dan percaya disaat kita gagal kita berseru meminta pertolongan kepada Tuhan kita akan bangkit kembali dari keterpurukan kita.Jadi,dapat kita ketahui penyebabnya sudah bahwa orang yang mengalami kegagalan mesti harus memandang kepada Tuhan jangan memandang kepada dunia sbab jika kita pandang kepada dunia waktu kita gagal pasti kita akan kecewa dan berakhir dengan putus asa tetapi disaat anda dan saya gagal kita pandang kepada Tuhan kita pasti memperoleh suatu pengharapan yang pasti karena Tuhan adalah sumber pengharapan yang pasti didalam hidup ini.

Semoga artikel ini bermanfaat buat kita dan semoga anda selalu berada didalam keberhasilan dan rahmat Tuhan menyertai anda meskipun anda gagal mari anda bangkit untuk memandang kepada Tuhan sebab ia akan memberikan jalan keluar yang pasti kepada anda.Sbab saya sungguh meyakini ketika Tuhan yang bersama anda maka akan ada damai sejahtera dan sukacita dan anda akan diberkati olehNya.amin.

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: